Gengsi Tidak Akan Merubah Apapun

  • Bagikan

Anda ingin punya bisnis tapi malu berjualan?

Bagaimana bisnis anda bisa berjalan tapi tidak ada pemasukan?

“Ihh malu dong lulusan serjana tapi jualan pake gerobak”…

“lulusan serjana kok kerja dari rumah,jualan online nggk jelas”…

Pernah mendengar perkataan seperti itu? Saya yakin hampir semua orang pernah mendengar perkataan yang menjatuhkan mental dan membuat gengsi kita tumbuh.  Tapi jika anda menuruti gengsi terus kapan anda mulai bisnis anda?

Justru jika ada yang berkata nyinyir tentang anda,harus anda jadikan semangat dan lecutan untuk berusaha keras dan membuktikan kepada mereka bahwa kerja keras anda ada hasilnya,dan hasilnya itu berbuah bisnis.

Gengsi juga membuat anda malu untuk belajar kepada orang yang sukses. Mentang-mentang orang yang lebih sukses dari anda usianya jauh lebih muda. Kunci untuk menghapuskan gengsi seperti ini adalah dengan menumbuhkan sikap rendah hati dan ikhlas.

Ketika anda rendah hati,anda akan mudah untuk berinteraksi dan menerima informasi dari siapapun. Tapi ketika gengsi menguasai anda,anda akan kesulitan untuk berteman dan menerima informasi dari siapapun. Makanya,jika anda ingin sukses buang jauh-jauh perasaan gengsi anda. Hiduplah lebih sederhana,lebih merakyat,bisa bergaul dengan siapa saja,dan berhematlah. Kurangi pembelian barang-barang yang tidak perlu. Sesekali bergaulah dengan orang-orang yang yang nasibnya tidak seberuntung,supaya anda bisa bersyukur telah diberikan kehidupan yang lebih baik daripada orang lain. Contohnya seperti  anak SMP yang bernama Irwan dari desa semparu,dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu,dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Irwan berhenti sekolah sejak kelas 3 SMP dikarenakan tidak ada biaya untuk melanjutkan ke SMA. Semenjak berhenti sekolah Irwan mulai berjualan kecil-kecilan berawal dari berjualan semangka cuma beberapa biji di pinggir jalan,tapi dengan tekad yang kuat dan orangnya tidak gengsian Irwan memberanikan diri untuk meminjam uang ke tetangganya dengan jumlah yang lumayan besar dan dia berani membuat warung kecil untuk dagangannya. Akan tetapi semuanya tidak berjalan sesuai keinginan, dagangannya sebagian besar dicuri karena warungnya hanya terbuat dari papan kayu. Irwan merasa terpukul karena utangnya masih banyak ditambah lagi dagangannya habis dicuri,akan tetapi semuanya tidak bisa melumpuhkan tekad dan semangat Irwan untuk bisa berjualan. Irwan mencari modal lagi dengan bekerja di pasar sebagai tukang angkut barang  selama beberapa bulan dan akhirnya bisa membuat warung dari bahan kuat yakni besi,walaupun tidak terlalu besar tapi cukup untuk menaruh dagangannya dengan layak dan tanpa ada rasa takut untuk kehilangan lagi. Tidak sampai disitu Irwan masih mempunyai beban yakni utangnya yang lumayan besar,tapi untungnya tetangganya itu pengertian kepada Irwan dan memberikan Irwan keringanan dengan bayar utangnya kapanpun dia mempunyai uang. Setelah satu tahun lebih, sekarang  Irwan bisa dibilang sukses dengan dagangannya karena sekarang dia bisa sekolah dari hasil dagangannya tersebut.

Pesan: Jadi orang itu jangan gengsian dan mau ambil resiko kalau mau sukses.

M.Z. Zidan

Mahasiswa UNU NTB

  • Bagikan