Ada Apa di Depan Kantor Polisi Sekotong..?

  • Bagikan

Berlatar didepan kantor polisi sekotong ada sebuah pedagang yang sedang dikerumuni oleh banyak orang. Saya sedikit penasaran apa kira-kira yang sedang dikerumuni oleh orang-orang tersebut. Pada akhirnya saya kesana dan adalah yang dikerumuni oleh banyak orang ibu yang menjual nasi uduk.
Pada saat itu saya coba kesana untuk menyempatkan diri untuk membeli nasi uduk tersebut. Ternyata ibu penjual nasi uduk ini begitu ramah dan juga sopan terhadap pembelinya. Melayani pembeli dengan wajah yang berseri. Mungkin karna itu orang- orang jadi senang atau suka membeli nasi uduk disana.
Saking ramahnya dan sopan Beliau akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya padahal Pembelinya begitu rame tapi saya sedikit bersabar untuk bertanya dengan menunggu pembeli dari beliau sedikit berkurang,sambil menunggu saya ingin mencoba nasi uduk dari ibuk ini seperti apa nasi uduk yang dibuat dari ibu ini tersebut,dan alhasil nasi uduknya begitu enak dengan dicampuri beberapa macam lauk,seperti Ayam, telur,sayur,mie,tahu tempe,juga kita bisa memesan lauk apa yang menjadi favorit kita supaya selera makan kita jadi lebih nikmat.
Saat beberapa lama saya menikmati nasi uduk dari ibu ini akhirnya sedikit juga pembeli yang datang, dan ibu ini menghampiri saya karna bahwa dia juga penasaran apa yang mau ditanyakan oleh saya.
Saya pun bertanya kepada ibu ini dan akhirnya saya tahu nama ibu ini ternyata ibu siti Emi. Seorang warga sekotong tengah , yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang nasi uduk didepan kantor polisi ssekotongIbu siti Emi ini sudah 5 bulan berjalan berdagang nasi uduk. Wanita 37 tahun ini dikaruniai 1 orang anak dari suaminya yaitu M. Hilman. Nama anak tunggal yang beliau sebutkan bernama Maya Emiliya Hilmayanti. Anak ibu siti emi ini sudah menginjak dewasa dan sekarang masih duduk di bangku SMA. Tempat sekolah anak ibu emi ini juga tidak terlalu jauh dengan tempat berdagang atau tempat tinggalnya. Dia bersekolah di SMAN 1 sekotong Tengah. Karena dialah yang menjadi penyemangat bu Emi demi keberlangsungan sekolah anak tunggalnya tersebut.
Suami ibu siti Emi, M. Hilman adalah seorang pekerja keras juga, ia mempunyai usaha sebagai meable ( Tukang kayu) di sekotong tengah. Usianya tidak terlalu jauh dengan ibu siti emi yaitu 40 tahun. Ibu siti emi menyebutkan gaji yang diterima suaminya setiap bulan berkisar diantara satu jutaan atau lebih. Walaupun begitu, sebagai pendamping hidup, juga memenuhi perekonomian keluarga, Ibu siti emi agar tidak merepotkan suaminya tersebut sehingga siap membantu keluarga dengan berdagang.
Ibu siti emi ini bukan hanya sekedar menyajikan nasi uduk saja, yang disajikan dalam berdagang didepan kantor polsek ( polisi sekotong) cukup beragam berbagai makanan dan minuman mulai dari bakso bebalung, sate ayam, es kelapa muda dan juga nasi campur dengan berbagai macam campuran. Keberuntungannya hanya berkisar Rp.700.000.setiap harinya Bisa cukup lah untuk memenuhi atau membantu perekonomian keluarga ibu siti emi tersebut. Juga dengan ini untuk ibu emi membiayai menyekolahi anak tunggalnya yang kini masih duduk di bangku SMA.
Dari semua profil ibu siti emi diatas yang menjadikan keistimewaan sebagai pedagang nasi uduk adalah Rasa syukurnya diberikan kesempatan untuk berdagang disana didepan kantor polisi sekotong. Karena memang disanalah tempat yang tepat menguntungkan baginya. Walaupun tempatnya begitu sederhana, namun ibu emi senang berdagang disana toh juga pembelinya begitu banyak.
Yang menjadi harapan ibu siti emi berdagang ialah untuk tetap membiayai anak tunggalnya tersebut yang masih duduk di bangku SMA supaya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, bagaimana kelak dia menjadi anak yang berguna dan mempunyai masa depan yang cerah.

  • Bagikan