Konflik ‘Berbau’ Sara Picu Amuk Masa Di Desa Meraje, Lombok Barat

  • Bagikan
Polisi Melakukan Pengamanan di Meraje (03/05/2022). Foto: Shultan

Kliksajantb-Lombok BaratRumah salah seorang warga menjadi bahan amuk masa di Dusun Ganjar, Desa Mareje, Kecamatan Lembar Lombok Barat, Selasa (03/05/2022). Kejadian itu dipicu adanya kesalahpahaman antar warga yang ditambah dengan adanya sentimen SARA.

Menurut informasi yang beredar, kejadian itu bermula adanya kegiatan takbiran di malam Iedul Fitri 1443 H yang dilaksanakan oleh umat muslim di Desa Mareje. Di mana terdapat kalangan masyarakat beragama Buddha yang merasa tersinggung dan marah karena adanya letupan petasan dalam malam itu, yang diduga dilakukan oleh masyarakat Muslim di desa itu.

”Ya memang awal kejadian tersebut dipicu dengan adanya tindakan dari anak-anak muda dari kalangan Umat Buddha, yang pada waktu itu adanya letupan petasan (mercon) yang di lakukan oleh anak-anak muda dari kalangan muslim, namun dari kalangan umat Budha marah dan tersinggung,” jelas H. Muchsin selaku Kepala Desa Mareje, Selasa (03/05/22).

Pelaporan kepada pihak kepolisian oleh kalangan masyarakat yang merasa terganggu itulah yang kemudian memicu amuk masa. Oleh karena masyarakat menilai bahwa masalah itu telah selesai dan telah dikomunikasikan secara kekeluargaan sebelumnya.

“Dari kejadian tersebut sebenarnya sudah selesai, namun yang memicu kembali marahnya warga muslim di Mareje disebabkan adanya tindakan pelaporan ke pihak kepolisian terhadap anak-anak muslim terkait kejadian malam takbiran tersebut.” Kata Muchsin.

Terpantau pihak kepolisian dari Polres Lombok Barat tampak berjaga dan mengamankan lokasi terjadinya kerusuhan. Terjun juga ke lapangan AKBP Wirasto Adi Nugroho selaku Kapolres Lombok Barat untuk turut melakukan penjagaan.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Wakil Bupati Hj. Sumiatun tampak turun langsung menuju lokasi untuk meredam ketegangan antar kelompok pemuda di Desa Mareje, terkait insiden yang terjadi.

Dalam kesempatan ini Bupati Fauzan Khalid meminta masyarakat dan pemuda untuk tidak terpovokasi oleh isu yang tidak benar. Ia meminta agar masing-masing pihak dapat menahan diri .

“Saya bersama ibu wabup dan bapak kapolres meminta agar kelompok pemuda menghentikan ketegangan dan selesaikanlah masalah dengan damai dan tenang” pinta Fauzan Khalid.

Ia juga meminta agar kesalah-pahaman yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik dan tetap menjaga kondusifitas.

“Saya minta para pemuda terus menjaga situasi kondusif di masyarakat agar semua berjalan dengan baik” jelasnya.

  • Bagikan