Masjid Jalan Cahaya, Setiap Hari Berbagi Makan Harian untuk Santri Penghafal al-Qur’an

  • Bagikan
Masjid jalan cahaya

 

Dilihat secara sekilas memang makanan ini masih sederhana. Lauk pauknya juga sebagian orang mungkin sudah sering menjadikannya santapan harian.

Namun ketika dilihat secara mendalam, santapan sederhana yang menjadi saripati energi ini akan masuk dalam perut-perut penghafal Al-Qur’an, anak yatim, Dhuafa dan orang-orang baik yang berkhidmat di jalan Allah.

Kawan-kawan bisa bayangkan, kalo saripati ini akan menjadi darah daging untuk mereka yang mana menjadi pendukung untuk beramal Sholeh sampai ia meninggal dunia. Pahala mereka mengalir terus menerus pada orang yang memberinya makan. Luar biasa bukan?

Kemarin sore, saat saya dan kawan-kawan berkunjung ke salah satu pondok pesantren sasaran penyaluran hijrah Box. Saya menemukan pemandangan yang damai dan tenang. Anak-anak santri saat itu sedang membaca Al-Qur’an bersama di bawah naungan Musholla kecil pondok.

Saya langsung teringat dengan masa kecil saya saat belajar Al-Qur’an di kampung. Saya senang berkumpul dan membaca Al-Qur’an bersama teman-teman.

Ada juga seorang santri perempuan yang sedang melancarkan hafalannya. Saya coba menebak dan mengingat-ngingat ayat yang ia baca, rupanya surah Al-Baqarah di halaman kedua.

Spontan lisan saya mengikuti lantunan ayat yang merdu dari santri itu. Ah saya jadi merasa menyesal mengapa tak menjadi santri sejak SMP.

Setelah beberapa menit, kami langsung membagikan nasi hijrah Box kepada anak-anak santri. Ada yang senang, tertawa, malu-malu dan kalem hehe. Entah kenapa hati saya bahagia ketika melihat anak-anak yang lucu ini.

Mereka para generasi penerus, lisannya tak henti membaca Al-Qur’an, raganya Istiqomah melaksanakan sholat, dan hatinya sibuk berdzikir mengingat Allah. Masya Allah…

Usai membagikan, saya bersama tim mengarahkan anak-anak untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi/bukti pada donatur bahwa donasinya tersalurkan.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, padahal ingin berlama-lama disana. Saya ingin merasakan bagaimana indahnya menekuni hidup sebagai seorang santri. Namun karena masih banyak amanah di masjid yang perlu diselesaikan, akhirnya kami memilih untuk pulang.

Besar harapan saya, anak-anak ini kelak menjadi para pemimpin terbaik di rumah tangganya, masyarakatnya, bahkan negaranya. Karena jujur saja, pemimpin yang hafal Al-Qur’an, sholat 5 waktu, dan memiliki akhlak yang baik masih sedikit saya temui.

Semoga Allah mengabulkan…

Terimakasih para donatur baik hati, semoga menjadi amal kebaikan untuk bekal akhirat nanti. Tetap semangat beramal Sholeh sampai dapat Syurga… Aamiin ya Rabbal’alamin

Yang ingin ikut berdonasi bisa ke rekeningšŸ™
Yayasan Sahabat Anak & Orangtua
1610005039917 (Mandiri)

Salam Cahaya

  • Bagikan