Menciptakan Peluang Bisnis Sendiri

  • Bagikan

Perkembangan Teknologi dan informasi di era digital ini telah memberikan kita keleluasan untuk menggunakan ide dan kreativitas kita dalam menciptakan peluang bisnis, baik dalam sekala kecil maupun besar.

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Nuranjani, seorang mahasiswi yang sedang menempuh studi S-1 nya di Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat.
Anja (nama panggilan akrab Nuranjani) menjalankan bisnis onlinenya melalui instagram dengan akun @candystore. Menjual serba serbi pakaian wanita kekinian.

(10/5/2022) Dalam sesi wawancara saya dengannya, saya berkesempatan untuk memberikannya beberapa pertanyaan.

Apa aktivitas sehari-harinya sekarang?

“Saya saat ini lagi kuliah di Fakultas PGSD UNRAM dan kebetulan saat ini lagi nyusun skrpsi sih dan semoga bentar lagi selesai. Doain yaa hehee. Di luar kampus saya nyambi jualan baju secara online.”

Kenapa awalnya memilih berbisnis baju Online?

“Awalnya sih pasti iseng-iseng, karena suka berbelanja di shoppe jadinya coba-coba untuk jualan juga, awal-awal nawarin ke temen-temen di whatsapp. dan respons pelanggan terus meningkat seiring waktu, terus mulai buat akun jualan di instagram dan alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan.”

Bagaimana pandangan Anja terhadap bisnis di era digital sekarang ini, terkait tentang melihat dan menemukan peluang bisnis?

“Sejujurnya, menurut saya era digital ini bukan cuma soal menunggu peluang datang, tapi juga soal gimana kita menciptakan peluang bisnis kita sendiri. Perkembangan teknologi dan informasi serta digitalisasi telah memberikan kita kemudahan dan keterbukaan yang begitu luas untuk tidak hanya menunggu tapi menemukan bahkan menciptakan peluang kita sendiri. keterbukaan inilah yang sering orang sepelekan bahkan abaikan, dan pada akhirnya kita cuma bisa jadi penonton, menjadi konsumen tok.”

Apakah Anja punya tips-tips untuk orang-orang dalam menjadi Enterpreuner di era digital ini?

“Saya rasa, berbisnis selalu erat kaitanya dengan kreatifitas dalam memanfaatkan degala sesuatu. pertama menurut saya, bisnis yang menjanjikan adalah bisnis yang bisa slove/ menyelesaikan masalah banyak orang, contohnya bisnis jualan saya. saya melihat di desa saya ada banyak orang yang gasuka ribet dalam memilih baju di online shop, keribetan semisal, harus top up, harus transfer ke atm untuk membayar barang yg dibeli dll. di desa saya masih banyak orang yang merasa ribet untuk hal-hal seperti itu. dan bisnis jualan saya menawarkan penyelesain dari keribetan-keribetan dalam pembelian itu. sehingga orang-orang tertarik membeli jualan saya. contoh yang lebih besar mungkin adalah gojek, gojek menawarkan problem solving dalam hal kesusahan mencari tukang ojek konvensional, dari situ gojek menawakan ojek-ojek yang tersitematisasi dengan aplikasi sehingga orang-orang mudah memesan ojek dan ga perlu pergi mencari di pangkalan ojek. nah itu, semua bisnis besar di dunia juga selalu menawarkan problem solving dalam menyelesaikan masalah banyak orang. jadi mulailah menemukan atau menciptakan bisnis yang dapat menyelesaikan masalah banyak orang. yang kedua adalah relasi, saya rasa kita sudah tau pentingnya relasi dalam bisnis. ketiga, yaitu berani memulai. sebagus apapun model bisnis yang ada di pikiran dan rencana kita tentu saja gabalakan terealisasi kalo kita ga berani mulai, saya rasa itu saja sih, hal-hal yang harus kita bangun dan perhatikan dalam memulai suatu bisnis.”

Dalam sebulan omset Bisnis jualan Anja dapat mencapai Rp. 6.000.000/bulan. Dikurangi dengan modal dll, kita bisa tarik bersihnya mungkin bisa mencapai Rp. 2.500.000/bulan. ini sudah lebih dari lumayan untuk bisnis kecil-kecilan.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kawan-kawan yang ingin terjun ke dunia bisnis di masa depan.

L. Imam Asy’ari

Mahasiswa UNU NTB

  • Bagikan