Pedagang Nasi Kaput Khas Desa Langko Dusun Langko Timuq

  • Bagikan

Nasi kaput atau yang sering juga disebut nasi balap ini merupakan salah satu kuliner yang banyak terdapat di Lombok dan ada di mana-mana. Banyak warung-warung yang jual. Nasi kaput khas Lombok ini namanya berasal dari bahasa sasak di mana kaput berarti bungkus.

Nasi kaput dibungkus kerucut dengan daun pisang. Namun di beberapa warung juga banyak yang menggunakan bungkus dari kertas nasi namun tetap sama juga dibungkus dengan bentuk kerucut.

Sebenarnya nasi kaput ini merupakan wujud lain dari nasi campur. Kalau kita melihat di daerah lain seperti misalnya di desa puyung lombok tengah ada yang namanya nasi puyuh, Nah  didesa Langko namanya nasi kaput, laguk lamun base langko n jak kaputan😅.

Tentu saja masing-masing nasi bungkus di setiap daerah punya keunikannya tersendiri yang menjadi ciri khas, semisal mulai dari namanya, bungkusnya, lauk-pauknya dan pelengkapnya. Kalau nasi kaput punya Langko ini unik juga, berbeda dengan nasi bungkus khas daerah lain.

Nasi kaput khas Langko dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk kerucut. Selain bungkusnya yang unik, harga satu nasi kaput juga murah meriah. Nasi kaput ini bisa dibeli dengan harga cuma lima ribu rupiah. Biasanya nasi kaput ini jadi menu sarapannya orang Langko.

Satu porsi nasi kaput khas Langko ini berisi nasi putih yang dihidangkan bersama beragam lauk-pauk. Lauk yang digunakan biasanya adalah adalah ayam suwir, sambal goreng, abon, serundeng, mie goreng, tempe pedas manis, telur dadar dan lain-lain.Lauk-pauk pada nasi kaput ini tergantung dari warung atau rumah makan yang menjualnya.

Kalau ditanya di mana penjual nasi

Kalau ditanya di mana penjual nasi kaput khas Langko yang enak? Saya pribadi, nasi kaput favorit saya ada di dusun Langko timuq  Biasanya ibu penjual nasi kaput ini muncul pas pagi hari, saat dipasar desa Langko ramai berkunjung untuk membeli sayur-sayuran.

Cukup dengan lima ribu rupiah saya bisa kenyang makan. Apalagi makannya di Langko timuq pagi-pagi bisa sambil ngopi.  Sederhana, murah meriah dan kenyang!

Selain nasi kaput khas Langko timuq ini, di desa sayang-sayang deket Langko juga bisa menemukan beberapa kuliner lainnya seperti nasi kuning, nasi uduk, nasi goreng dan kuliner lainnya.

Yuk ah buruan ke Langko ! Nanti boleh deh ajakin saya ikut jalan-jalan dan makan-makan (hehehe maunya ya). Dengan senang hati dan lapang dada serta gembira ria saya menerima traktirannya.

Eka Novianti

Mahasiswi UNU NTB

  • Bagikan