Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P Menko PMK RI, Meresmikan Pembukaan Kegiatan Ta’awanu UNU NTB.

  • Bagikan

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Meresmikan Pembukaan Kegiatan Ta’awanu UNU NTB.

Jum’at, 9 September 2022 Universitas Nahdlatul Ulama NTB menggelar acara pembukaan ta’awanu (Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Nahdlatul Ulama NTB) yang diinisiasi oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Nahdlatul Ulama NTB.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari itu dihadiri oleh menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia),  Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB, dan segenap Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama NTB.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Ag menyapa para mahasiswa baru yang akan menempuh perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB dengan menyerahkan almamater Universitas Nahdlatul Ulama secara simbolis kepada mahasiswa baru.

Perempuan yang akrab disapa “Ibu Rektor” tersebut mengimbau kepada mahasiswa baru untuk menjalani perkuliahan dengan semangat, karena “mahasiswa yang menempuh perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama, sanad keilmuannya bersambung atau sampai kepada Rasulullah Saw.” Selain itu “tidak ada acara ospek yang dihadiri oleh menteri kecuali UNU NTB” imbuhnya.

“Universitas Nahdlatul Ulama NTB berkomitmen untuk menekan angka pernikahan dini dengan cara tidak mengizinkan penerima beasiswa untuk menikah selama menempuh perkuliahan.

Jika mahasiswa melanggar komitmen tersebut, maka beasiswa yang di dapat akan dicabut.” Tegasnya sebelum mengakhiri sambutan.

 

“Program Universitas Nahdlatul Ulama NTB sejalan dengan program Menko PMK terkait penekanan angka pernikahan dini, karena secara mental belum siap mengemban tanggung jawab, juga kondisi rahim belum siap untuk mengandung dan melahirkan”. Ungkap Muhadjir Effendy, selaku Menko PMK Republik Indonesia.

Beliau juga memberikan data kelahiran bayi stunting saat ini sebanyak 24,6% dan target pada tahun 2024 angka kelahiran bayi stunting harus dibawah 14% serta di tahun 2030 nanti angkanya harus dibawah 5%.

Sebelum resmi membuka kegiatan ta’awanu tersebut, Beliau memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa agar membiasakan tradisi 5 (lima) C dalam menempuh perkuliahan, yakni; Critical thinking, Creativity, Communication skill, Collaboration dan Confidence.

baca juga

jasa aqiqah murah di lombok, siap antar

  • Bagikan