Suksesnya Pedagang Eceran Snack ke Grosiran

  • Bagikan

Hallooo…………………..
Selamat malam penggemar berita online!!!
Sedikit cerita dari saya seorang pasangan suami istri yg baru-baru menikah dan menitis karir usahanya benar-benar dari nol sampai akhirnya sukses membangun perekonomian menjadi lebih maju. Pasangan ini menetap di dusun Mendo Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Pasangan ini sudah menikah selama 5 THN dan memiliki anak 1 yg berjenis kelamin laki-laki yang bernama (Gio Fani Farel). Yahh itu sedikit cerita kronologi keluarganya ya, lanjut deh ke cerita perjalanan bisnis dagangan mereka.
Bu Tika dan Pak Heru itulah nama pasangan kronologi keluarga di atas, hasil wawancara saya kepada pasangan ini bahwa dulu toko yang dia punya sekarang ini adalah milik Ibu dari Pak Heru, awalnya pasangan ini hanya membantu si ibu Pak Heru menjalankan dagangan nya ibu dari pak Heru sih…. Walapun jadi penunggu belanja seribu dua ribu ,tapi Bu Tika tetap menjalaninya dengan sabar. Ya walaupun imbalan yang mereka dapat sih ga banyak dari ibu si Pak Heru, cukuplah buat makan sehari-hari.
Seiring dengan berjalannya waktu Bu Tika dan Pak Heru akhirnya memutuskan untuk membeli toko yang dimiliki oleh ibunya si Pak Heru yang dikarenakan ibu dari Pak Heru juga sudah lanjut usia ya walaupun nyicil sih kata mereka, karena mereka berfikir kebutuhan untuk kehidupan kedepannya akan jauh lebih membutuhkan pengeluaran dibandingkan pemasukan mereka yg sebelumnya tidak begitu banyak, karena mereka percaya bangat dengan kata-kata “Usaha tidak akan menghianati hasil”. Makanya mereka berani mengambil keputusan yang begitu besar.
Lanjut ya cerita setelah mereka membeli toko, sama sih isi dari toko tersebut yaitu Snack seharga seribu dua ribu tapi mereka berani mengambil barang lebih banyak dari sebelumnya karena mereka tidak puas dengan laba yang hanya itu-itu saja ya walaupun tidak seberapa walaupun bertambah dari pemasukan sebelum nya , istri dari Pak Heru juga menyelipkan dagangan seperti makanan pentol dan pop es ,yg labanya juga ya Alhamdulillah bisa menambah pemasukan perbulan. Mereka menceritakan bahwa pengeluaran jauh lebih banyak dari pemasukan dan pada akhirnya mencoba lagi terus menerus dan memutuskan mengambil barang dari grosiran orang lalu pak Heru dan Bu Tika juga menjual hasil barang beliannya dengan harga murah dengan harga grosiran juga, kebayangkan berapa laba yg di dapatkan Pak Heru yang mencoba mengambil barang dari grosiran orang lalu di jual lagi seharga grosiran, tapi tempat mereka ngambil harganya lebih murah sedikit sehingga laba yang mereka dapat tidak seberapa, tetapi mereka selalu berkata “ Usaha tidak menghianati hasil”. Dan pada akhirnya sedikit demi sedikit pelanggan mulai melirik toko nya ya walaupun sederhana tak begitu banyak barang didalam tokonya . Tak putus asa tak pantang menyerah pak Heru dan Bu tika tidak puas lagi dengan hasilnya yang hanya mengambil barang dari grosiran satu orang ,dan mereka mencoba mengambil di orang lain juga dan di jual lagi dengan harga grosir .Seiring berjalannya waktu pelanggan mulai berdatangan mulai melirik tokonya mencoba bertindak lebih berani mempersiapkan mental mereka akhirnya mereka mencoba memasang label toko dengan nama Farel Grosir tujuannya agar orang berlalu lalang mengetahui bahwa toko mereka bukan hanya menjual barang eceran melainkan menyediakan juga barang grosiran. Akhirnya setelah lama kemudian dengan ikhtiar dan doa toko mereka lebih berkembang dari sebelumnya dilihat dari pelanggan yang trus berdatangan dan makin dilirik banyak orang sampai saat ini ,dan Alhamdulillah tokonya tidak henti-hentinya didatangi banyak pelanggan yang dulunya pemasukannya sehari tidak mencapai seratus ribu dan sekarang seharinya bisa mencapai jutaan , dengan bersabarnya menjalani hidup yang banyak lika liku dalam lima tahun berjalan sampai saat ini .
Inti cerita dari perjalanan yang bisa kita petik dari Pak Heru dan Bu Tika adalah “jangan pernah takut mengambil keputusan dan tetap mengambil tindakan selagi masih ada jalan”. Dan jangan pernah takut. “ Kita perlu jatuh beribu kali untuk bangun selamanya “.

Yaswinta

Mahasiswi UNU NTB

  • Bagikan