Warunk essalso. Dari pedagang kaki lima, kini punya menu dengan rasa bintang lima

  • Bagikan

Warunk Essalso merupakan salah satu rumah makan yang bertempat di jl Majapahi, kekalik jaya, kecamatan sekarbela, kota Mataram. Rumah makan yang berukuran tidak terlalu besar, sehingga pemiliknya lebih senang menyebutnya warung daripada rumah makan. Warunk essalso menyediakan berbagai macam olahan seafood, dan mempunyai menu andalan yang populer dengan sebutan “kepiting gibung”.
Kepiting gibung adalah gabungan berbagai macam seafood yang digabung menjadi satu, didalamnya terdapat kepiting, kerang dara, kerang pipih, udang, cumi, serta jagung manis yang disajikan langsung di atas meja untuk dinikmati beramai-ramai, yang dalam bahasa Sasak dinamakan begibung. Untuk kepitingnya bisa dipilih sesuai selera, mulai dari ukuran 2 ons sampai ukuran 1 kiloan. satu porsi kepiting gibung biasanya bisa dinikmati untuk minimal 2 orang sampai 5 orang, tergantung seberapa besar kepiting yang digunakan.
Saking populernya menu ini, banyak pelanggan yang menyebut nama tempat ini dengan sebutan warunk kepiting gibung. Menu kepiting gibung ini berhasil menarik pelanggan untuk terus datang, karena mempunyai ciri khas tersendiri yang tidak akan dijumpai di tempat lain walaupun menu yang disajikan sama.
Walaupun identik dengan menu seafood, warunk essalso juga menyediakan menu ayam, bebek dan ikan, mulai dari ikan air tawar sampai ikan laut. Serta Berbagai hidangan penutup seperti bakso dan sosis bakar, juga es, salad dan sop buah yang kata pemiliknya adalah kepanjangan jari nama warung tersebut, essalso (es, salad, dan sop).
Awal mula berdirinya warunk essalso dimulai dari tahun 2012 ketika pasangan suami istri, yakni Handias Saputra dengan istrinya, Desi Kurniawati berinisiatif untuk menjual es, salad dan sop buah di area sekitar taman budaya. Mereka berjualan menggunakan rombong layaknya pedagang kaki lima pada umumnya. Pada awalnya, pembeli kebanyakan merupakan kerabat dekat mereka, namun karena mereka puas dengan menu yang disajikan, merekapun kemudian menyebar informasi tentang warunk essalso ini sehingga mulai banyak dikenal oleh masyarakat.
Mereka menjalani proses berjualan dengan cara tersebut selama 2 tahun, kemudian pada 12 September 2017 mereka menyewa lahan untuk kemudian dijadikan rumah makan. Hal tersebut merupakan impian semua pedagang kaki lima, tak terkecuali mereka. Setelah berhasil membangun rumah makan, mereka terus melakukan perbaikan. Mulai dari inovasi produk, dekorasi tempat sampai pelayanan terus mereka perbaiki untuk mempertahankan kepuasan pelanggan.
Sampai saat ini, warunk essalso tetap eksis, menjadi tempat yang recommended untuk menikmati momen bersama keluarga, kerabat, bahkan pasangan dengan ditemani hidangan yang sekelas dengan hotel bintang lima.

Zainal Muttaqin

Mahasiswa UNU NTB

  • Bagikan